MEMAHAMI DASAR CONTROLLER DAN VIEW DI LARAVEL

Sebagaimana bahasan sebelumnya bahwa Laravel merupakan framework yang menggunakan konsep MVC, yaitu Model, View dan Controller. Controller berfungsi untuk menjadi penghubung antara model dan view, dimana view adalah tampilan yang akan berinteraksi dengan user. Pada bahasan kali ini akan dipelajari bagaimana cara membuat dan memanipulasi controller. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke folder instalasi laravel, lalu pilih folder app/htttp/Controllers. Buat file baru di folder Controllers dengan nama ProfileController.php. Kemudian kita buat fungsi index di dalamnya, sintaknya:

1

Buka file web.php pada folder routes, dan isi dengan sintak:

2

Sehingga ketika akses dengan mengetik localhost/kel1/public (kel1 adalah nama folder instalan laravel) maka hasilnya akan menjadi sebagai berikut:

3

Ini terjadi karena web.php fungsinya semacam pendefinisian url untuk memanggil fungsi tertentu dari koleksi controllers yang kita miliki. Pada sintak di atas, didefinisikan bahwa ketika kita mengakses public tanpa embel-embel apapun maka yang akan dipanggil dan ditampilkan adalah fungsi index.

  1. Buat fungsi baru dengan nama myName pada class ProfileController di file ProfileController.php yang kita buat tadi. sintaknya:

4

Disana terlihat kita mendefinisikan beberapa variabel dan fungsi ini diarahkan pada view, tepatnya file profile, dan akan menampilkan isi dari variabel yang tadi dibuat. Karena itu perlu dibuat file profile.blade.php di folder resources/views. Sintaknya:

5

Sebagaimana fungsinya, view berfungsi untuk user interface, sehingga format pada sintak di atas lah yang akan ditampilkan ketika fungsi myName dipanggil. Lalu sekarang kita akan coba panggil dengan menambahkan sintak pada file web.php

6

Artinya, ketika mengakses localhost/kel1/public/myname, maka yang akan dipanggil adalah fungsi myName yang ada pada file ProfileController.php. Hasilnya:

7

  1. Contoh selanjutnya kita buat function baru pada file ProfileController.php dengan nama namaBarang, sintaknya:

8

Pada sintak di atas kita mulai mendefinisikan banyak variabel, dan fungsi ini bisa dipanggi dari file profile2 di view. Kita buat terlebih dahulu file profile2 nya dengan nama profile2.blade.php, sintaknya:

9

Kemudian kita panggil dari web.php dengan menambahkan sintak:

10

Hasil ketika diakses:

11

  1. Contoh terakhir, kita buat function baru dengan nama hargaBarang, sintaknya:

12

Pada function ini kita mencoba menggunakan array untuk menampung banyak data, dan function ini bisa diakses dari file listbarang. Kita buat file listbarangnya di folder views dengan sintak:

13

Kemudian kita akses dari web.php dengan sintak:

14

hasilnya:

15

Kesimpulannya, pada folder app/Http/Controllers, kita bebas membuat file yang bersisi fungsi-fungsi yang kita perlukan untuk web kita, nantinya tampilan atau user interface dari fungsi-fungsi itu akan diatur dari file yang ada di folder resources/views dan akan bisa diakses setelah url pemanggiannya dibentuk di file web.php dalam folder routes. Ketiganya saling berhubungan satu sama lain dan jika ada error atau kesalahan pada salah satunya maka tampilan tidak akan muncul dan fungsi tidak akan berjalan.

 

Semoga bermanfaat 😊

 

Referensi:

http://www.w3function.com/blog/index.php?p=det&idn=70

https://gilacoding.com/read/belajar-dasar-mvc-model-view-dan-controller-pada-framework-laravel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: